Selasa, 16 Juli 2013

Morfologi Batang

BATANG             
Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
              Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
  1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
  2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
  3. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
  4. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
  5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
  6. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.
              Sistem pucuk yang khas terdiri atas sebuah batang utama yang berfungsi untuk menyangga daun, dan kadang-kadang bunga. Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk:
1.     Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada diatas tanah seperti daun, bunga, dan buah.
2.     Dengan percabanganya memperluas bidang asimilasi dan menempatkan bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang sedemikian rupa, hingga dari segi kepentingan tumbuhan bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling mengguntungkan,.
3.     Sebagai jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan sebagai jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah.
4.     Menjadi tempat penimbunan zat-zat asimilasi makanan cadangan.
Jika kita membandingkan berbagai jenis tumbuhan, ada diantaranya yang jelas kelihatan batangnya, tetapi ada pula yang tampaknya tidak berbatang. Oleh sebab itu kita membedakan :
a.     Tumbuhan yang tidak berbatang (planta acaulis). Tumbuh-tumbuhan yang benar tidak berbatang sesungguhnya tidak ada hanya tampaknya saja yang tidak ada. Hal itu disebabkan karena batang pendek, sehingga semua daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain merupakan suatu roset (rosula), seperti lobak (Raphanus sativus L), sawi. Tumbuhan ini akan memperlihatkan batang dengan nyata pada waktu berbunga. Dari tengah-tengah roset daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun-daun yang jarang, bercabang-cabang dan mendukung bunga-bunganya.
b.     Tumbuhan yang jelas berbatang.
Batang pada tumbuhan dapat dibedakan seperti berikut:
1.     Batang basah (herbaceus), yaitu batang yang lunak dan berair, misalnya pada bayam (amaranthus spinosus L) krokot (Portulaca oleracea L)
2.     Batang berkayu (lignosus) yaitu batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagaian besarterdiri atas kayu yang terdapat pada pohon-pohonan (arbores) dan semak-semak pada umumnya.
3.     Batang rumput (calmus)yaitu batang yang tidak keras mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga contohnya padi.
4.     Batang mendong (calamus) seperti batang-batang rumput tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang misalnya pada mendong, wlingi.
BENTUK TUMBUHAN
              Tumbuhan biji belah pada umumnya mempunyai batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ujung semakin mengecil, jadi batangnya dapat dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat memanjang, yang dapat mempunyai percabangan atau tidak. Tumbuhan biji tunggal sebaliknya mempunyai batang yang dari pangkal sampai keujung tidak ada bedanya.
              Jika kita berbicara tentang bentuk batang biasanya yang dimaksud ialah bentuk batang pada penampang melintangnya, dan dilihat dari sudut bentuk penampang melintangnya ini dibedakan bermacam-macam bentuk batang :
a.       Bulat (teres).
Batang ini seperti tabung. Dibandingkan dari bentuk yang lain bentuk ini lebih sering kita jumpai. Contoh: Bambusa sp, Cocos nucifera L.
b.       Bersegi (angularis) dibedakan atas :
·       Bangun segi tiga (Triangularis). Contoh: rumput teki (Cyperus rotundus)
·       Segi empat (quadrangularis). Contoh:  Markisa (Passiflora quadrangularis).
c.       Pipih, biasanya lalu melebar menyerupai daun dan mengambil alih tugas daun. Dibedakan menjadi :
·     Filokladia (phyllocladium), jika amat pipih dan mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Contoh : jakang (Muehlenbeckia platyklada).
·     Kladodia (kladodium), jika masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan. Contoh : kaktus (Opuntia vulgaris Mill).
Dilihat permukaannya, batang tumbuhan-tumbuhan juga memperlihatkan sifat yang bermacam-macam. Kita dapat membedakan permukaan batang yang :
a.      Licin (laevis) Contoh. Jagung (Zea mays L).
b.     Berusuk (costatus ), jika pada permukaanya terdapat rigi- rigi yang membujur. Contoh : Iler (Coleus scutellariodes)
c.      Beralur (sulkatus), biasanya batangnya bersegi tetapi pada sudut – sudutnya terdapat pelebaran yang tipis. Contoh : Ubi (Dioscorea alata).
ARAH TUMBUH BATANG
            Batang umumnya tumbuh kearah cahaya, meninggalkan tanah dan air, tetapi mengenai arahnya dapat memperlihatkan variasi, dan bertalian dengan sifat ini dibedakan batang yang tumbuhan:
a.       Tegak lurus (erectus)
Jika arahnya lurus keatas. Contoh, Carica papaya.
b.       Menggantung (dependens, pendulus).
Jenis- jenis tumbuhan epifit. Contoh : anggrek (Orchidaceae).
c.       Berbaring (humifisus)
Jika batang terletak pada permukaan tanah. Contoh :  semangka Citrullus vulgaris.
d.       Menjalar atau merayap (repens).
Batang berbaring tetapi dari buku- bukunya keluar akar-akar. Contoh: ubi jalar (Ipomea batatas).
e.       Serong keatas atau condong (ascendens).
Pangkal batang seperti hendak berbaring tetapi jalannya membelok keatas. Contoh: kacang tanah (Arachis hipogea).
f.        Mengangguk (nutans);
Batang tumbuh tegak lurus keatas tetapi ujungnya lalu membengkok kebawah. Contoh : Helianthus annus.
g.       Memanjat (scandens);
Batang tumbuh keatas dengan menggunakan penunjang.
h.       Membelit (volubillis); batang naik keatas, tetapi tidak menggunakan alat- alat khusus dan dibedakan menjadi :
-       membelit kekiri. Contoh : Clitorian ternatea
-       membelit kekanan. Contoh :Dioscorea hispida Dennst.
PERCABANGAN BATANG
            Batang suatu tumbuhan ada yang bercabang ada yang tidak, yang tidak bercabang kebanyakan golongan tumbuhan yang berbiji tunggal. Umumnya batang memperlihatkan percabang, entah banyak entah sedikit.
            Cara percabangan ada bermacam-macam, biasanya dibedakan tuga cara percabangan, yaitu:
a.       Percabangan Monopodial yaitu batang selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang. Contoh : cemara (Casuarina equisetifolia L).
b.       Simpodial batang pokok sukar ditentukan. Contoh. sawo manila (Achras zapota L).
c.       Percabangan menggarpu atau dikotom, yaitu setiap kali bercabang terjadi dua cabang yang sama besarnya. Contoh. paku endam (Gleichenia linearis Clarke).Cabang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokokn disebut dahan (ramus) sedang cabang – cabang yang kecil dinamakan ranting (ramulus).
Cabang yang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok lazimnya disebut dahan (ramus), sedang cabang-cabang yang kecil dinamakan ranting (ramulus)
Cabang-cabang pada suatu tumbuhan dapat bermacam-macam sifatnya, oleh sebab itu cabang-cabang dapat dibedakan seperti dibawah ini:
a.       Geragih (flagellum, stolo) yaitu cabang – cabang yang tumbuh merayap dan dari buku – bukunya keatas keluar tunas baru dan kebawah tumbuh akar- akar. Cabang ini dibedakan lagi menjadi :
·     merayap diatas tanah. Contoh. pada daun kaki kuda (Centella asiatica)
·     merayap didalam tanah. Contoh : teki (Cyperus rotundus).
b.       Wiwilan atau tunas air (Virga singularis) yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat dengan ruas – ruas yang panjang dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar. Contoh: kopi (Coffea sp).
c.       Sirung panjang (Virga) yaitu cabang – cabang yang biasanya merupakan pendukung daun – daun dan mempunyai ruas- ruas yang cukup panjang. Cabang ini mandul (steril).
d.       Sirung Pendek (virgula atau virgulla sucrescens),cabang- cabang kecil dengan ruas-  ruas yang pendek yang selain pendukung daun juga pendukung bunga dan buah, cabang ini biasanya subur (fertil).
Cabang-cabang pada suatu tumbuhan biasanya membentuk sudut yang tertentu dengan batang pokoknya. Bergantung pada besarnya kecilnya sudut ini, maka arah tumbuh cabang menjadi berlainan.
Umumnya orang membedakan arah tumbuh cabang seperti berikut :
a.       Tegak (fastigiatus) yaitu jika sudut antara batang dengan cabang amat kecil sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja. Contoh Coffea sp.
b.       Condong keatas (patens) jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih 45′, ch. pohon cemara (Casuarina equasetifolia).
c.       Mendatar (horizontalis) cabang dgn batang membentuk sudut 90′, . Contoh Ceiba petandra.
d.       Terkulai (declinatus), jika cabang pada pangkalnya mendatar tetapi lalu ujungnya melengkung kebawah. Contoh Coffea robusta.
e.       Bergantung (pendulus) yaitu cabang – cabang yang tumbuhnya kebawah . Contoh cabang – cabang tertentu pada Salix sp.
Berdasarkan Panjang atau pendeknya umur dari suatu tumbuhan maka tumbuhan dibedakan menjadi:
a.       Tumbuhan annual (anuus) yaitu tumbuhan yang umurnya pendek, umurnya kurang dari satu tahun sudah mati. Contoh tumbuhan palawija.
b.       Tumbuhan bienial (biennis) yaitu tumbuhan tumbuh sampai menghasilkan biji (keturunan baru) memerlukan waktu dua tahun, . Contoh biet (Beta vulgaris L).

c.       Tumbuhan menahun atau tumbuhan keras yaitu tumbuhan dapat mencapai umur sampai puluhan atau ratusan tahun. Contoh golongan semak, perdu atau pohon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar