Selasa, 16 Juli 2013

LAPORAN PRATIKUM EKOLOGI

PENDAHULUAN 
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antar organisme dengan lingkungan dan lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") danlogos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haekel (1834-1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekosistem merupakan suatu kesatuan dinamis yang terdiri dari komunitas berbagai spesies yang berinteraksi dengan lingkungan baik biotik maupun abiotik (materi dan energi). Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah :
·        Faktor Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1.     Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
2.     Produsen
3.     Pengurai atau Dekomposer.
Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro karena makan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu.
·       Faktor Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik dapat berupa bahan organik,senyawa anorganik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi organisme yaitu :
1.     Suhu
2.     Air
3.     Kelembapan
4.     Cahaya
5.     Topografi
Pada setiap komunitas, organisme hidup berinteraksi sesamanya dan juga berinteraksi dengan yang tidak hidup atau dengan lingkungan fisiknya.
Ekosistem dibedakan menjadi 2 macam yaitu : ekosistem alami dan ekosistem buatan.
I.                PEMBAHASAN

2.1     EKOSISTEM ALAMI ( PADA TEGALAN )
Tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditumbuhi tanaman pertanian.
Faktor Abiotik :
·       Sahu                               → Berkisar sekitar ± 30◦
·       Tanah                             → Lembab
·       Cahaya Matahari           → Terhalang oleh pepohonan

Faktor Biotik :
·       Konsumen
·       Produsen
·       Dekomposer

PLOT I
PLOT II
PLOT III
Petakan 5 x  5 m
Petakan 5 x 5 m
Petakan 5 x 5 m
·       Mangga
·       Ilalang
·       Putri Malu
·       Rumput Teki
·       Ilalang
·       Putri Malu
·       Rumput Teki
·       Senduduk
·   Ilalang
·   Putri malu
·   Senduduk
·   Rumput Teki
Petakan 1 x 1 m
Petakan 1 x 1 m
Petakan 1 x 1 m
·       Rumput Teki = 20
·       Ilalang = 20
·       Putri Malu = 10
·       Rumput Teki = 25
·       Ilalang = 20
·       Rumput PKI = 5
·       Senduduk = 5
·       Putri malu = 3
·  Rumput Teki = 20
·  Senduduk = 4
·  Puti malu = 2
·  Ilalang = 15

2.2     EKOSISTEM BUATAN ( PADA KOLAM )
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah
Faktor Abiotik :
·       Suhu                                           → Berkisar sekitar ± 30◦
·       Air                                              → Warna air keruh
·       Iklim                                          → Tropis
·       Tanah                                         → Lembab
·       Cahaya Matahari / cuaca           → Mendung

Faktor Biotik :
·       Konsumen                      : Ikan, Keong, Cacing
·       Produsen                                    : Lumut
·       Dekomposer                  : Bakteri

Tumbuhan yang ada disekitar kolam (berjarak 1,5 m dari tepi kolam) :
1.     Rumput Teki
2.     Ilalang
3.     Senduduk
4.     Kacang-kacangan
5.     Putri malu



II.              KESIMPULAN
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antar organisme dengan lingkungan dan lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haekel (1834-1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Ekosistem merupakan suatu kesatuan dinamis yang terdiri dari komunitas berbagai spesies yang berinteraksi dengan lingkungan baik biotik maupun abiotik (materi dan energi). Komponen penyusun ekosistem yaitu faktor abiotik dan faktor biotik.
Faktor abiotik terdiri dari suhu, air, kelembapan, cahaya dan topografi. Sedangkan faktor biotik terdiri dari konsumen, produsen dan dekomposer.












DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikipedia.ekologi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar